Mr:Brigent Kwalik
Perlawanan bersenjata tentara pembebasan nasional papua barat benar-benar mau menghancurkan ke utuhan NKRI yang merajalela di Papua,yang berpendudukan ilegal di atas muka bumi papua barat.dan disini kami masing-masing pertahanan di pemerintahkan kepada setiap kodan yang ada di wilayah papua barat dari Sorong hingga Merauke harus bersatu dan melawan kolonialisme dan imperalisme penjajah Indonesia.
Kepada setiap Institusi Tentara Pembebasan Nasional Papua
Barat mulai dari Panglima Tinggi, Komando Wilayah Pertahanan, Komando Daerah
Pertahanan, Batalyon, Peleton hingga Regu, agar mempersiapkan diri untuk perang
melawan Kolonialisme Indonesia, Imperalisme dan Kapitalisme Global yang sedang
merajalela di Tanah Papua
sejak Perintah ini ditetapkan, hingga batas waktu yang tidak
ditentukan.
Perlawanan Bersenjata TPN-OPM Papua
Barat diarahkan kepada TNI (Tentara Nasional Indonesia) Perlawanan bersenjata
(Wage War) melawan kekuatan Kolonial Indonesia (TNI-POLRI) harus di mulai dan
POLRI (Polisi Republik Indonesia).
Dalam perlawanan bersenjata ini, Rakyat sipil Papua Barat, Non Papua Barat dan
Warga Asing diberi kebebasan untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.
Bagi masyarakat sipil baik warga Papua Barat, Non Papua
maupun Warga Negara Asing yang berada di tanah Papua Barat yang diketahui
sebagai mata-mata TNI-POLRI atau yang bekerja buat TNI-POLRI, maka mereka
adalah musuh kita yang harus di musnahkan.
Perlawanan ini akan dilakukan kembali, setelah ada
kesepakatan-kesepakatan dan atau perundingan-perundingan bersama dalam rangka
pembebasan Nasional Papua Barat yang jelas.
Di bagian penutupnya, diperintahkan agar dengan Perintah ini,
mengajak seluruh jajaran Angkatan
Bersenjata TPN-OPM Papua Barat untuk bersama-sama bergadengan tangan, merebut
serta membebaskan kembali
Tanah Papua Barat dari kungkungan kolonial Indonesia.